Perkembangandan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam. Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang mempelajari tentang penungkapan rahasia dari gejala alam, meliputi ; asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi. 1. Penelitian dan Strara Ilmu. KelahiranIlmu Pengetahnan Alam (IPA)Himpunan pengetahuan di atas dapat disebut ilmu pengetahuan, jika digunakanperpaduan antara rasionalisme dan empiris yang dikenal sebagai metode keilmuan atau pendekatan ilmiah. IPA merupakan suatu ilmu yang teoretis. Teori tersebut didasarkan atas pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala alam. Bagaimanaperkembangan ilmu pengetahuan pada masa penjajahan melupakan peran orang pribumi. David Fairchild ( tengah) sedang meminum air kelapa di sela penelitiannya di Jawa Barat. Fairchild, D Vay Tiền Nhanh. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Terikat Nilai atau Bebas NilaiPembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dapat didiskusikan pada dua paradigma. Paradigma pertama, yaitu menekankan bahwa ilmu pengetahuan itu tidak bebas nilai yang dipelopori oleh paradigma rencana terbuka kemajuan ilmu pengetahuan atau proses The Structure of Scientific Revolution, Thomas S. Kuhn. Sedangkan paradigma kedua, yaitu paradigma evolusi pengetahuan, Karl R. Popper. Dari dua paradigm ini akan disintesiskan sebagaimana pengembangan ilmu berdasarkan Lakatos’s research programmes. Dialektika paradigma pengembangan ilmu pengetahuan tersebut masing-masing diuraikan berikut Ilmu Pengetahuan Terikat NilaiDialektika yang muncul dalam literatur filsafat Barat mengenai sains menjadi pembahasan yang penting. Mengingat benturan antar teori dan pemikiran ilmu pengetahuan dari para ilmuan terus bergulir sejak masa renaisance hingga post-modern. Setelah ilmu pengetahuan bersatu dengan teknologi pada pertengahan abad ke-19, sciences menjadi kekuatan penting dan sentral dalam perubahan sosial dan budaya masyarakat. Karena daya tarik ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat dan besar mempengaruhi secara luas ke dalam pikiran setiap manusia. Pengaruhnya telah mewarnai seluruh masyarakat dunia dari Timur hingga Barat. Efek dominan ini terpengaruh oleh model epistemologi yang berkembang terutama aliran rasionalisme dan masyarakat ilmiah untuk menikmati ilmu pengetahuan yang dirumuskan bersama dengan paradigmanya, membuat rasa ingin tahu yang mendalam oleh sebagian ilmuan lainnya, seperti yang dialami Thomas S. Kuhn. Ilmuwan ini melihat adanya ketidakpedulian terhadap sesuatu yang ada dibalik ilmu pengetahuan itu. Di satu pihak, masyarakat hanya menikmati ilmu pengetahuan dalam skala praktis, sedangkan di pihak lain para ilmuan menerapkan penelitian dan eksperimennya dengan kadar persepsinya terhadap alam yang menurutnya sudah tepat. Kedua sikap tersebut menuntun Thomas S. Khun untuk melakukan sebuah upaya mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan berkembang tidak bisa lepas dari paradigma masyarakat ilmiah. Maka Kuhn mencetuskan apa yang ia sebut sebagai revolusi sains science revolution.Pengembangan ilmu pengetahuan berdasarkan Kuhn’s Paradigm yang dikembangkan oleh Thomas S. Kuhn dalam tulisannya The Structure of Scientific Revolution. Pemikiran tersebut memberikan gambaran bahwa ilmu pengetahuan berkembang secara revolusioner. History of science merupakan gambaran menyangkut perubahan berpikir/pemikiran manusia. Memahami perubahan pemikiran terkait tentang perubahan-perubahan tentang teori yang dianut atau disepakati para pakar, dan pemahaman tentang karakteristik sosiologis masyarakat ilmiah/para pakar dalam hubungannya dengan sikap perubahan. Bentuk perubahan berpikir ini membentuk suatu paradigma cara pandang bagi setiap masyarakat ilmiah. Masyarakat ilmiah pada paradigma ini menempatkan atau mendorong argumentasi tentang sebuah kebenaran ilmu pengetahuan itu singkat, rencana terbuka kemajuan ilmu pengetahuan berdasarkan Kuhn’s paradigm ini dapat digambarkan sebagai berikutBagan Rencana Kemajuan Ilmu Pengetahuan Berdasarkan Khun’s ParadigmSumber diolah dari Thomas S. Kuhn. 2008. The Structure of Scientific Revolution. Bandung PT. Remaja RosdakaryaBerdasarkan bagan di atas, Kuhn menjelaskan bahwa Pre-science merupakan characterized by total disagreement and constant debate over normal science involves detailed attempts to articulate a paradigm with the aim of improving the match between it and nature. A normal scientist must be uncritical of the paradigm in which he works. A scientific revolution yang dimaksudkan corresponds to the abandomment of one paradigm and the adoption of new one, not by individual scientist only but by the relevant scientific community as a whole. A more and more individual scientists, for a variety of reasons, are converted to the new paradigm. Jadi Ilmu pengetahuan berkembang berdasarkan observasi individual ilmuwan yang bersangkutan dan memberikan interpretasi masing-masing. Sebagaimana different scientists or groups of scientist may well interpret and apply the paradigm in somewhat different Ilmu Pengetahuan Bebas NilaiPengembangan ilmu pengetahuan berdasarkan paradigma evolusi pengetahuan, Karl R. Popper ini merupakan antithesa atas Kuhn’s paradigm. Karl R. Popper dalam karyanya The Logic of Scientific Discovery memberikan kritikan bahwa 1 “Progress through revolutions is Kuhn’a altrnative to the cumulative progress characteristics of inductivist accounts of science. Scientific knowledge grows continuously as more numerous and more various observations are made, enabling new concepts to be ferformed, old ones to be refined, and new lawful relationship between them to be discovered”; 2 From Kuhn’s particular point of view, this is mistaken because it ignores the role played by paradigms in guiding observation and experiement. It is just because practised within them that the replacement of one by another must be revolutionary one. Berdasarkan kritikan tersebut, Karl R. Popper menyatakan bahwa ilmu pengetahuan bukan semata-mata produk kesepakatan sosial; ilmu pengetahuan berkembang secara evolusioner; perkembangan ilmu pengetahuan melalui subjek peneliti; dan rumus perkembangan ilmu pengetahuan, yaitu problem 1, teori tentatif, error elimination, dan muncul problem paradigma evolusi pengetahuan inilah memberikan penegasan bahwa pertimbangan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan terkesampingkan. Ilmu pengetahuan harus bebas dari segala nilai agar dapat menempatkan diri secara objektif. Pengembangan ilmu pengetahuan pada paradigm ini penegasian pada kategori etika/ Ackermann, Robert. 1970. The Philoshopy of sciences An Introduction. New York Lewis White. 1952. Philosophy Inquiry An Introduction to Philosophy. New York Cornelius. 1937. An Introduction to the philosophy of science. New York MacmillanBertens, K. 1999. Etika. Jakarta PT Gramedia May. 1953. Reading in the Philosophy of Science. New York Alfred Cyril. 1962. The Fundamental Questions of Philosophy. New York Collier Dosen Filsafat Ilmu. 1996. Filsafat Ilmu. Yogyakarta Liberti Yogyakarta Lihat Filsafat Selengkapnya Dari berbagai ahli yang mencoba membuat definisi penelitian yang tepat, pada dasarnya penelitian adalah suatu proses penyelidikan atau pencarian sesuatu fakta dan prinsip-prinsip yang dilakukan secara sistematis, hati-hati, kritis critical thinking dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran, sehingga penelitian merupakan metode berpikir secara kritis. Ilmu pengetahuan adalah usaha yang bersifat multi dimensional, sehingga dapat didefinisikan dalam berbagai cara dan tidak baku. Walau demikian ilmu pengetahuan perlu dilihat sebagai suatu dasar basic proses berpikir manusia dalam melaksanakan berbagai penelitian. Untuk itu ilmu pengetahuan dapat dihubungkan dengan metode dan proses penelitian tersebut. Relevansi penelitian dengan ilmu pengetahuan, berkembang dari upaya manusia mencari jawaban atas berbagai pertanyaan seperti “ini apa?”; “itu apa?”; “mengapa begini?”; “mengapa begitu?” dan selanjutnya berkembang menjadi pertanyaan “bagaimana hal itu terjadi?” serta “bagaimana memecahkannya?”. Dengan dorongan ingin tahu tersebut manusia selalu ingin mendapatkan pengetahuan mengenai permasalahan yang tidak diketahuinya sehingga pada akhirnya muncul pengetahuan-pengetahuan baru yang dikenal sebagai ilmu pengetahuan knowledgement yang sistematis dan terorganisir. Dengan mengguanakan akal dan pikiran yang reflektif, manusia merasa mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan dapat bersifat ilmiah dan non-ilmiah. Pendekatan ilmiah dapat berupa penelitian-penelitian sedangkan pendekatan non-ilmiah dapat berupa akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan kebetulan/ coba-coba trial and error dan mendapau otoritas ilmiah/pikiran kritis. Berdasakan pengertian di atas, terdapat hubungan yang erat antara ilmu pengetahuan dan penelitian. Para ahli menyebutkan bahwa tidak mungkin memisahkan ilmu dengan penelitian dan diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang sama. Almack 1930 mengatakan bahwa penelitian dan ilmu merupakan hasil dan proses. Penelitian merupakan proses sedangkan hasilnya adalah ilmu. Whitney 1960 menegaskan bahwa ilmu dan penelitian merupakan proses yang berlangsung secara bersama-sama. Artinya ilmu dan penelitian adalah proses yang sama sedangkan hasil dari proses tersebut adalah kebenaran truth. Kebenaran yang dimaksudkan adalah pengetahuan yang benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang berkeinginan untuk mengujinya. Dengan relevansi/ hubungan tersebut dapat disebutkan berbagai aspek yang menjadi peranan dari ilmu dan penelitian sehingga dapat disebutkan sesuatu yang dilakukan itu merupakan karya keilmuan, seperti; 1. Mencandra/ Deskripsi/ Memerikan Fungsi ini berusaha untuk menggambarkan atau menjelaskan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan. 2. Menerangkan/ Eksplanasi Fungsi ini berusaha untuk menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari munculnya permasalahan atau terjadinya peristiwa-peristiwa. 3. Penyusunan Teori Fungsi ini berusaha untuk menyusun teori/ prinsip/ aturan-aturan mengenai hubungan antara kondisi/ peristiwa yang satu dengan yang lain. 4. Peramalan/ Prediksi Fungsi ini berusaha untuk mengadakan ramalan/ prediksi, estimasi dan proyeksi terhadap permasalahan/ peristiwa dan dampak yang akan terjadi. 5. Pengendalian/ Controling Fungsi ini berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan pengendalian terhadap permasalahan/ perstiwa/ gejala. Perguruan Tinggi sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi perlu melaksanakan kegiatan penelitian sebagai perwujudan dari pelaksanaan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen tenaga pengajar sebagai perangkat yang penting dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi mempunyai kewajiban mengemban ketiga tugas tersebut. Searah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka para dosen diharapkan mampu maningkatkan kemampuan dan ketrampilannya melalui penelitian, baik yang berbasis teknik maupun sosial ekonomi. Selain untuk peningkatan kemampuan dan ketrampilan sendiri, untuk meningkatkan kegairahan kehidupan akademik, mahasiswa juga mendapat perhatian penting dalam kegiatan penelitian. Dosen-dosen turut bertanggung jawab dalam hal meningkatkan keinginan, sikap, dan kemampuan mahasiswanya dalam melakukan penelitian. Salah satu usaha yang dapat ditempuh adalah berusaha untuk melakukan penelitian sendiri artinya penelitian dilakukan secara mandiri dan sesuai degan etika penelitian baik oleh para dosen atau perguruan tinggi atau dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Penelitian yang mampu dilakukan secara mandiri nantinya akan mampu meningkatkan kualitas dosen maupun perguruan tinggi. Dalam rangka usaha tersebut, pengetahuan dan ketrampilan para dosen terhadap penelitian sangat perlu, terutama Metodologi Penelitian. Hubungannya dengan peningkatan kegairahan meneliti para mahasiswa maka diharapkan dalam setiap mata kuliah yang diajarkan ada satu mata kuliah khusus tentang Metodologi Penelitian. Melalui penelitian, diharapkan akan muncul pengetahuan-pengetahuan baru atau terobosan-terobosan yang berguna bagi perguruan tinggi maupun pembangunan suatu bangsa. Di samping untuk keperluan peningkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para peneliti, satu hal yang sangat penting adalah peranan penelitian terhadap perkembangan suatu bangsa. Artinya makna atau arti suatu penelitiaan bagi pembangunan bangsa tersebut. Dari berbagai literatur dan media massa, dapat diketahui bahwa ternyata tidak ada satu negara maju di dunia yang berhasil dalam pembangunan tanpa didukung oleh kegiatan penelitian. Ada anggapan jika dilihat secara sepintas bahwa penelitian hanya dapat dilakukan oleh negara-negara maju. Anggapan ini karena mereka mempunyai dana dan tenaga peneliti yang memadai; tetapi ternyata sebanyak 98% dari biaya penelitian di dunia ini dikeluarkan untuk penelitiaan-penelitian di negara berkembang. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk penelitian tidak hanya dapat dilihat dari jumlah uang dan tenaga yang dipergunakan tetapi yang paling penting adalah manfaat dari penelitian tersebut bagi pembangunan negara-negara berkembang. Khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, peranan penelitian dalam sejarah pembangunan bangsa sudah tidak perlu diragukan lagi. Melalui penelitian-penelitian yang pernah dilakukan maka segala masalah atau potensi yang ada selama proses pembangunan berlangsung dapat diketahui. Hanya sengan penelitian sehingga informasi/ data yang relatif lengkap dapat diperoleh. Perencanaan pembangunan harus selalu didasarkan kepada data/ informasi yang diperoleh melalui penelitian. Adalah sangat tidaka mungkin untuk merencanakan pembangunan tanpa penggunaan data yang terpercaya. Hasil pengujian-pengujian, evaluasi dan tinjauan kembali terhadap kegiatan pembangunan hanya dapat diketahui apabila penelitian dilaksanakan. Demikian penelitian memegang peran penting dalam setiap pengambilan keputusan atau langkah-langkah dalam segala aspek pembangunan. Penelitian tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia, khususnya perkembangan ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal sehingga spenelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran. Relevansinya sengan perguruan tinggi, maka pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para tenaga pengajar dosen seagi ujung tombak dalam kehidupan kampus harus ditingkatkan. Selain untuk meningkatkan kemampuan sendiri diharapkan para dosen dapat meningkatkan kegairahan mahasiswa untuk meneliti. Untuk itu perlu pengetahuan dan kemampuan yang memadai sehingga penelitian tersebut dapat bermanfaat bagi perguruan tinggi negri dan swasta maupun pembangunan nasional bangsa dan negara. Relevansinya dengan pembangunan nasional maka penelitian merupakan dasar basic bagi pengambilan keputusan setiap langkah-langkah pelaksanaan dan perencanaan pembangunan. Sehubungan dengan itu perlu dana/ biaya dan sumber daya manusia tenaga peneliti yang besar agar penelitian dapat berlangsung dengan baik dan mempunyai manfaat yang besar bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dari berbagai hal yang dikemukakan, ternyata penelitian yang dilakukan sendiri secara mandiri, efisien, efektif, kritis, dan didasarkan pada etika kebenaran merupakan aspek yang harus selalu menjadi perhatian utama. Selamat berlatih dan meneliti. Abstract Tulisan ini membahas tentang strategi ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia. Topik ini penting dibahas sebagai kerangka untuk membangun kemajuan di Indonesia. Aspek penting yang tidak bisa diabaikan untuk proses ini adalah etika. Etika penting sebagai landasan untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan peradaban secara lebih baik. Data dalam tulisan ini berasal dari telaah literatur pemikiran yang disusun sesuai dengan metode ilmiah. Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga kata yang sering dipakai secara bergantian yaitu ilmuwan, intelektual dan cendekiawan. Seorang ilmuwan penting menjadikan etika dalam seluruh aktivitas keilmuwannya sehingga ilmu yang dikembangkannya bermanfaat untuk kemanusiaan. Strategi yang bisa ditempuh untuk pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia adalah membentuk masyarakat ilmiah, pengembangannya memperhatikan karakter bangsa Indonesia, memperhatikan relasi antarilmu tanpa mengorbankan otonomi antara masing-masing disiplin ilmu dan memperhatikan dimensi religius bangsa Indonesia. Tulisan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam menyusun kerangka teori dan strategi praktis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. This paper discusses about strategies scientist in developing science in Indonesia. This topic important to discussed as a framework to build on the progress in Indonesia. An important aspect that can't be ignored for this process is ethics. Ethics is important as a foundation for creating knowledge and better civilization. This article data taken from the literature review prepared in accordance with the thought that the scientific method. This study found that there are three words that are often used interchangeably, namely scientists, intellectuals and scholars. Making ethics an important scientist in all scientific activities so that science is useful for the development of humanity. The strategies that can be applied to the development of science in Indonesia is establish the scientific community, development attention to the character of the Indonesian nation, pay attention to the relation between science without compromising the autonomy of the individual disciplines and pay attention to the religious dimension of the Indonesian nation. This paper is expected to contribute in developing a theoretical framework and practical strategies in the development of science in Indonesia.

perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan